Jakarta, Penularan HIV melalui hubungan seks yang tidak aman masih cukup tinggi. Solusinya adalah
menghindari perilaku seks
yang tidak aman, atau kalau terpaksa maka harus diamankan dengan kondom.
Sayangnya, hal itu kadang sulit dilakukan.
Survei Terpadu dan Biologis Perilaku yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2011 menunjukkan penggunaan kondom sebagai alat pelindung masih rendah di kalangan pelanggan seks. Hanya 3 persen laki-laki berisiko tinggi yang selalu pakai kondom.
Padahal ketika seorang laki-laki khususnya yang sudah berkeluarga melakukan hubungan seks berisiko kemudian tertular HIV, maka besar kemungkinannya infeksi akan ditularkan juga ke istrinya. Bahkan kalau istrinya tertular, virusnya bisa menular juga ke anaknya.
Imbauan untuk menggunakan pelindung saat melakukan hubungan seks berisiko selalu diserukan, namun selama ini selalu ditujukan pada pekerja seks. Wajar jika kemudian banyak pekerja seks mulai sadar
menghindari perilaku seks
yang tidak aman, atau kalau terpaksa maka harus diamankan dengan kondom.
Sayangnya, hal itu kadang sulit dilakukan.Survei Terpadu dan Biologis Perilaku yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2011 menunjukkan penggunaan kondom sebagai alat pelindung masih rendah di kalangan pelanggan seks. Hanya 3 persen laki-laki berisiko tinggi yang selalu pakai kondom.
Padahal ketika seorang laki-laki khususnya yang sudah berkeluarga melakukan hubungan seks berisiko kemudian tertular HIV, maka besar kemungkinannya infeksi akan ditularkan juga ke istrinya. Bahkan kalau istrinya tertular, virusnya bisa menular juga ke anaknya.
Imbauan untuk menggunakan pelindung saat melakukan hubungan seks berisiko selalu diserukan, namun selama ini selalu ditujukan pada pekerja seks. Wajar jika kemudian banyak pekerja seks mulai sadar




